Refleksi Ramadan, FEBI UIN Alauddin Bersama PD PERTI Sulsel Gaungkan UMKM Syariah

  • 11 Februari 2026
  • 06:58 WITA
  • Program Studi Ekonomi Islam UIN Alauddin Makassar
  • Berita

Makassar, 10 Februari 2026, Kolaborasi antara kalangan kampus, organisasi keagamaan, dan praktisi ekonomi syariah mengemuka dalam Dialog Refleksi Menyambut Ramadan 1447 H yang digelar di BSI UMKM Center, Selasa (10/2). Forum ini menjadi ruang temu gagasan untuk memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah dalam menopang ekonomi umat.

Tema yang diangkat, “Akselerasi Pengembangan Ekonomi Umat Berbasis UMKM Syariah yang Transformatif,” mencerminkan kegelisahan bersama atas perlunya strategi baru dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kian dinamis. UMKM syariah dinilai memiliki potensi besar, namun masih membutuhkan dukungan dari sisi literasi keuangan, akses pembiayaan, serta integrasi dalam ekosistem halal.

Empat narasumber hadir menyampaikan pandangan, yakni Prof. Dr. HM Asdar, S.E., M.Si., CIWM, Dwi Agno Ganesta Chaniago, Prof. Dr. Amiruddin K., M.EI selaku Dekan FEBI UIN Alauddin Makassar, serta Prof. Dr. Munir K., M.Ag. Diskusi dipandu oleh Dr. Maris, S.H., M.H. dan Dr. Hj. Adiashyahri Limpo, M.H., yang mengarahkan dialog pada keterkaitan antara kebijakan publik, penguatan lembaga keuangan syariah, serta pemberdayaan pelaku UMKM.

Kegiatan tersebut melibatkan akademisi UIN Alauddin Makassar bersama PD PERTI Sulawesi Selatan serta mitra dari sektor keuangan syariah. Dari unsur kampus, Jurusan Ekonomi Islam turut mengambil bagian dalam penguatan gagasan sekaligus arah diskusi. Terselenggaranya kegiatan ini juga tidak lepas dari kontribusi Ketua Jurusan Ekonomi Islam UIN Alauddin Makassar, Sirajuddin, S.EI., M.E, yang ikut memprakarsai dan mendorong terlaksananya forum dialog tersebut.

Dalam forum tersebut, para pembicara menekankan bahwa UMKM syariah perlu bertransformasi agar mampu naik kelas. Langkah yang disoroti meliputi digitalisasi usaha, peningkatan kapasitas manajerial, serta perluasan akses pembiayaan berbasis prinsip syariah. Transformasi ini dipandang penting agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi umat.

Dialog ini diselenggarakan sebagai bagian dari refleksi menjelang Ramadan, yang dimaknai bukan hanya sebagai bulan ibadah personal, melainkan juga momentum memperkuat tanggung jawab sosial dan ekonomi. Melalui forum ini, para peserta berharap lahir rekomendasi strategis yang dapat diterapkan dalam pengembangan UMKM syariah secara berkelanjutan.

Dari ruang dialog itulah, semangat kolaborasi untuk mempercepat pertumbuhan UMKM syariah kembali ditegaskan—sebagai fondasi menuju kemandirian ekonomi umat yang lebih kokoh.